Kamis, 01 Januari 2015

PUZZLE KEHIDUPAN

"aku pergi meninggalmu bukan berarti ku tidak menyayangi kamu, ataupun tidak mencintai kamu, namun karena ku ingin kamu sebahagia impian mu yang selama ini tertunda, dan tidak lagi akan ada yang mengganggu kehidupan kamu, tidak akan ada lagi yang akan menginginkan perhatian yang berlebihan lagi kamu...
kehidupan itu, seperti sebuah puzzle yang tidak bisa sempurna jika salah satu bagiannya hilang. "

Aku berjalan di bawah hujan dengan mengenggam secarik kertas surat berwarna pink yang baru saja ku dapati dari seorang teman. dia menitipkan surat itu melalui seorang teman dekat, yang dulu mengenalkan aku kepada dia.
Aku pun hanya bisa berdiam dan tidak bisa berkata apa - apa setelah membaca isi suratnya. Aku merasa begitu terkejut, kenapa selama ini, dia hanya diam dan tidak memberitahukannya kepada ku?
Aku pulang kerumah, dan hanya tetap terdiam dalam kamar, mendengarkan musik, entah apa yang ku pikirkan, entah apa yang ku inginkan, entah, apa yang kurasakan, entah pula, apa yang ku rencanakan nanti kedepannya.
Dia menghilang begitu lama, dan disaat aku telah meraih semuanya, dia pun hadir hanya dalam bentuk surat yang masih berada dalam genggaman ku ini.
 Sakit, Pedih, Sesal, Kesal, dan Merasa bersalah, itulah yang ku rasakan saat itu. hingga ingin berlari, sejauh mungkin, namun, bagaimana mungkin? Kehidupan, Keluarga, dan Masa Depan ku, pasti menungguku, namun, aku masih saja tidak bisa berbuat apa - apa, karena masih begitu tercengang membaca surat dari dia, sembari begitu banyak pertanyaan yang berlari dan terus - menerus tidak berhenti berpikir, apa salah ku? kenapa dia merahasiakannya kepada ku? Ada apa sebenarnya?
Semuanya itu, berawal dari 10 tahun lalu, ketika kita masih kuliah, dan itu adalah awal dari semua Kisah ini.



Aku adalah Shanti, salah satu mahasiswi Kampus Harapan Kita, yang baru saja lulus SMA, dan mendaftarkan diri pada  Jurusan Enterpreuner, sedangkan Dia adalah Aldy, si pendiam, yang terlalu tenang seperti air laut, yang penuh misterius, merupakan salah satu senior ku di Kamus Harapan Kita, namun pada jurusan Seni Photografer.
kebetulan, ada teman ku yang juga ambil jurusan Photografer, namanya Abi, si pria manis yang merupakan teman akrab ku sejak dari bangku sekolah dulu, dan sering pulang bersama. Jadi, walaupun si Abi, selesai duluan, aku pasti menunggu si Abi, Sebaliknya pun begitu.
Suatu hari, saat aku lagi tungguin si Abi di bawah pohon depan ruang si Abi,sambil baca buku, aku merasa ada yang motret, namun, aku membiarkan saja, karena pikir ku, "pasti aku yang berlebihan, berpikir bahwa aku di potret, toch ini lingkungan Photografer, jadi siapa saja bisa potret, dan memotret". setelah Abi selesai, ternyata mereka masih di kasih arahan dulu dari para senior, kebetulan si Aldy ini adalah temanan sama kaka si Abi, mereka bincang sambil berjalan ke arahku. dan Abi pun mengenalkan Aku dengan si Aldy.
Singkat kisah, singkat pula cerita, dari perkenalan itu, seiring dengan berjalannya waktu, aku dan Aldy pun memiliki hubungan, semasa kuliah, saling support satu sama lain, dan kita memiliki hubungan hingga masing - masing kita memiliki pekerjaan, yang begitu menyita waktu.
Namun, satu ketika, dia menghilang, aku bertanya si Abi pun menjawab tidak tahu.
Setelah 2 tahun, berpisah, aku berusaha melupakan dirinya, dengan mencari aktifitas sebanyak mungkin, hingga, pada saat valentine, 14 februari 2012, aku di telpepon oleh Abi, untuk ke rumah sakit, karena ada yang ingin disampaikannya, dan sangat penting.
Aku pun buru - buru ke Rumah sakit, dan betapa terkejutnya aku, melihat Aldy yang sudah tidak bernyawa terbaring melewati depan mataku, menuju pintu keluar, tersentak, aku pun diam.
Aku di peluk oleh Abi, dan berkata "dia berkata kepada ku untuk menyampaikan surat ini kepada mu.". dan setelah itu, mereka semua pergi, dan menjadi sepi, aku, hanya bisa terdiam, terpaku, dan aku berjalan keluar Rumah Sakit ke tempat parkir, sambil membaca isi surat dari Aldy, yang berisi:
" Dear Shanti ku yang paling ku sayang,
si wanita enterpreuner yang paling baik, yang paling supel, cerewet, periang, ceria dan menggemaskan.
Aku minta maaf, karena selama ini, aku tidak pernah memberitahumu,
pasti kamu sempat berpikir hal yang tidak pasti, aneh, ataupun hal yang tidak jelas terhadap aku.
Aku, sebenarnya ingin memberitahukan kamu sejak awal, aku di vonis mengalami kanker stadiium 4, namun, aku tidak ingin menyakitimu, tidak ingin membuatmu sedih, tidak ingin membuatmu menangis.

sebenarnya aku sama sekali tidak ingin berpisah dengan mu, namun, apa yang bisa ku perbuat dengan yang ku alami ini? kamu harus bahwa, aku sangat sayang padamu, bahkan aku sudah menyukai mu sejak aku melihat mu, menunggu Abi di bawah pohon depan kelas Abi...
Aku selalu memotret mu, dan menyimpan semua fotomu, dan yang aku titipkan ini, hanya sebagian dari yang kumiliki, fotomu masih begitu banyak menghiasi ruangan kamarku.
Aku pergi meninggalmu bukan berarti ku tidak menyayangi kamu, ataupun tidak mencintai kamu, namun karena ku ingin kamu sebahagia impian mu yang selama ini tertunda, dan tidak lagi akan ada yang mengganggu kehidupan kamu, tidak akan ada lagi yang akan menginginkan perhatian yang berlebihan lagi kamu...
Aku sangat berterima kasih karena sudah menyayangi aku, melebihi semua yang kamu miliki, bahkan kamu seperti bagian kecil dari puzzle kehidupan ku yang sudah hilang.
Shanty sayang, ingatlah bahwa kehidupan itu, seperti sebuah puzzle yang tidak bisa sempurna jika salah satu bagiannya hilang, jadi kamu harus tetap tegar, dan menyimpan puzzle kehidupanmu, dan jangan sampai kehilangan satu bagian terkecil dalam hidupmu."

salam sayang
ALdy 


Aku pun hanya bisa berdiam dan tidak bisa berkata apa - apa setelah membaca isi suratnya. Aku merasa begitu terkejut, kenapa selama ini, dia hanya diam dan tidak memberitahukannya kepada ku?
Aku pulang kerumah, dan hanya tetap terdiam dalam kamar, mendengarkan musik, entah apa yang ku pikirkan, entah apa yang ku inginkan, entah, apa yang kurasakan, entah pula, apa yang ku rencanakan nanti kedepannya.
Dia menghilang begitu lama, dan disaat aku telah meraih semuanya, dia pun hadir hanya dalam bentuk surat yang masih berada dalam genggaman ku ini.
Namun, aku bertegar diri untuk berterima kasih padanya karena telah mengajarkn ku banyak hal.
Sejak saat itu, aku membuat selalu membuat puzzle kehidupan ku dengan semua potret kehidupan yang kumiliki.

































Minggu, 21 April 2013

Copian cerita soal iklan.... Silahkan di baca

Client Mintanya Begitu!
oleh Andy RustamNenek saya cerita, kalau jaman dulu (ketika Indonesia masih disebut Hindia Belanda) sering ada delman/sado/andong dihias dengan gambar-gambar, yang berkeliling kampung. Di samping Pak Kusir duduk orang (tukang teriak) yang berteriak-teriak mengumumkan sesuatu. Bisa itu tentang adanya ketentuan baru pemerintah, bisa juga tentang adanya pasar malam, atau adanya pertemuan.Saya kira ini tak ada bedanya dengan jaman sekarang. Masih sering kita jumpai mobil atau becak keliling dimana dari speaker-nya terdengar pengumuman adanya pasar malam, dangdut orgen tunggal, ataupun film layar tancep.Juga Ada di Siaran Televisi SekarangTadi malam saya juga masih mendengar sebuah iklan melalui siaran televisi, (iklan sebuah supermarket) yang gayanya juga seperti speaker mobil keliling tadi. Bedanya mungkin iklan (di televisi) ini pakai gambar bergerak. Apa yang saya maksudkan dengan iklan ala mobil/becak keliling adalah: semua hal ingin disampaikan dalam satu kali penampilan dengan cara teriak-teriak pula. Lucunya, karena spot iklan di televisi harganya mahal, maka si pembaca iklan berusaha dengan membaca secepat mungkin agar seluruh pesan itu bisa masuk dalam jangka waktu sekian detik. Akibatnya seluruh pesan yang diucapkan sukar dipahami. Saya perlu konsentrasi penuh untuk mengerti apa maksud pesan.The Client is Always Right?Silahkan anda tanyakan, bahkan kepada advertising agency-nya sekalipun, mengapa membuat spot iklan seperti itu? Jawabannya sudah pasti, “Klien mintanya begitu. Ini sudah di-approved lho”. Dalam pemikiran mereka, karena kita ini cuma penjual jasa saja, maka apa yang diinginkanclient (klien) harus dituruti. Maka akan heranlah kita, kalau ternyata pada periode promosi berikutnya si klien cabut dari mereka. Padahal service menuruti semua kemauan klien sudah pol-polan 1000%. Oleh karena itu jangan salah memahami prinsip “the client is always right”. Prinsip ini harus dibaca: “the client is always right about his businessonly!”. Tetapi kalau bicara tentang periklanan dan media, anda sebagai orang media dan atau orang periklanan seharusnyalah jauh lebih menguasai, sehingga “the client is not always right if it is regarding media and advertising business”.Oleh karena itu kalau kebetulan profesi Anda adalah seorang salesman media ataupun seorang account executive dariadvertising agency, back-uppengetahuan yang harus Anda miliki untuk mampu berinteraksi dengan clienttidaklah cukup kalau hanya berkutat dengan pengetahuan dari sisi pandang bidang Anda semata. Karena iklan yang nantinya dibuat merupakan gabungan kombinasi dua sisi pandang, yaitu sisi pandang Anda dan sisi pandang client.Tujuan Client/Advertiser BeriklanKetika client/advertiser memutuskan untuk memasang iklan, tentu saja dalam pikirannya bukanlah dengan maksud membagi-bagi uang kepada media. Kalaupun ada saja client yang memasang iklan di suatu media dikarenakan si pemilik media masih punya hubungan dekat, tetapi mungkin hal seperti ini persentase-nya sangat kecil. Pada umumnya client beriklan pasti memiliki tujuan-tujuan marketing(misal: untuk meningkatkan pangsa pasarnya). Maka tugas kita atau jasa yang kita tawarkan adalah bagaimana caranya agar tujuan pemasaran (marketing objective) bisa kita bantu pencapaiannya, dimana media kita itu bisa banyak berperan.Jadi, salah pemahaman, kalau kita berpikir bahwa jasa yang kita jual adalah melayani client dengan menuruti semua kemauannya (“itu sih, maaf... pelacur”). Dengan keahlian, pengalaman, dan pengetahuan kita di bidang media dan periklanan, kita bisa berperan membantu client (atau calonclient) untuk bisa secara lebih efisien dan efektif mencapai tujuan-tujuan pemasarannya.Sebab kalau Anda hanya menuruti saja kemauan client, lalu kemudian terbukti nanti tujuan-tujuan pemasaran siclient tidak tercapai, jangan berharap siclient akan berkata, “Aduuh.. saya salah sih cara menyampaikan pesan iklannya”. Justru sebaliknya yang terjadi. Si clientakan menyalahkan Anda. Ia akan berkata, “Wah jangan pasang iklan disitu lagi deh.. tidak ada manfaatnya!”.Ingat motto “The client is always right”. Dalam hal ini artinya, dikarenakan mereka merasa sebagai yang membayar, maka mereka tentu saja tak mau mengaku salah, meskipun Anda telah menuruti segala kemauannya. Capek deee..... (arm)

Kisah kita

Kisah ini, di buat dari sebuah kisah nyata, yang di alami oleh seorang gadis yang memiliki dan bertahan untuk cinta yang di anggapnya adalah cinta sejati, namun ternyata dia salah menilai pria tersebut.

Alkisah cerita ini berawal dari cinta yang dulunya berasal dari teman mantan pacar si cewek...
Ada seorang pria bernama Mecky, lengkapnya mecky fredrik, dia adalah kisah yang di salah nilaikan oleh si cewek.

Mecky itu punya teman nama Rangga, nama lengkapnya Rangga Andreas, Rangga pacaran sama Rina, tapi setelah itu, Rina bersama Rangga bubaran karena dirasa sudah tidak bisa jalan bersama lagi, sedangkan si Mecky ini, temannya si Rangga yang mengakunya sudah suka dan naksir sama si Rina sejak lama.

Setelah sekian lama Rangga dan Rina itu bubaran, si mecky ini nyatakan perasaannya ke si Rina, dan Mereka pun menjalani hubungan itu bersama.
Singkat cerita, singkat waktu untuk membaca... 

Dalam kisah dan waktu mereka menjalani hubungan itu, ternyata si Rina mengetahui suatu kebohongan yang di tutupi oleh mecky selama ini, bahwa dia masih memiliki hubungan dengan beberapa wanita yang belum bisa di lepas olehnya...

Dan wanita - wanita itu tidak tahu bahwa si Mecky sedang menjalani hubungan dengan si Rina.
Dalam hati Rina hanya bisa berdoa, dan tetap bertahan dengan cinta yang ada, karena dia punya komitmen bahwa si Mecky adalah cinta terakhinya.

Usut punya usut, di tanya sama si Mecky, malah tidak dijawab...
Si Rina hanya berkata, semoga tidak berjumpa Mereka secara tidak sengaja...
Rina hanya bisa bertahan, setelah bertahan beberapa bulan, waktu, dan Tahun, mereka menjalani hubungan itu, dan dengan kejadian yang terjadi, dia merasa bahwa hanya di permainkan.

Tahun 2011 dan tepatnya tanggal 26 Desember, seperti biasa itu masih dalam masa natalan, dan saat itu, Rina masuk Kantor, Rina mencoba menghubungi Mecky, untuk merayakan dan meleawti hari natal itu bersama, dan bersilahturami kepada kedua orang tua dari Mecky, namun si Mecky menjawab bahwa dirinya bersama Keluarga sedang sibuk, dan sedang tidak dirumah, dan berada di luar kota.

Entah saat itu, ada apa dan bagaimana Rina tiba - tiba idak tahu apa yang terjadi dengan perasaannya, bahwa dia merasa, dia di tipu.

Dengan pikiran yang kacau, hati yang tidak tenang, dan jiwa yang merasa bahwa tidak ada kejujuran, akhirnya Dia pun meninggalkan pekerjaannya untuk menuju ke rumah si Mecky tanpa sepengatahuan Mecky.

Betapa kaget,  syok, dan hingga akhirnya tidak bisa berkata apa - apa,  dan hanya bisa terdiam,karena ketika sesampainya di Rumah Mecky, dijumpainya Orang Tua Mecky dan mengatakan bahwa Mecky belum pulang rumah dari 2 hari yang lalu, bahkan malam natal pun dia tidak ada di rumah...

Dalam hati Rina berkata: “Apa yang terjadi dan bagaimana bisa dia menipu diriku? , apa yang salah aku perbuat terhadap dia?, apakah benar yang aku dengar bahwa dia pergi bersama gadisnya bernama Etty? “
Selesai bersilahturahmi bersama keluarganya, dia pulang dengan kecewa, dan sakit hati, hanya bisa berdoa semoga apa yang di lakukan Mecky adalah yang terbaik bagi dirinya sendiri.

Dua hari setelah itu, Mecky menelpon dirinya dan mereka bertemu karena dia telah mengetahui apa yang terjadi saat itu. Mecky membela diri dan menyangkali semua itu, dan dia pun menghabiskan waktu bersama Rina di hotel.

Ckckckck..... betapa hebatnya pria satu ini, apa dia pikir hanya karena dia memiliki kekayaan, pendidikan, dan derajat yang cukup, maka dia berbuat sesuka hati dia terhadap para wanita?
Selepas dari itu, satu minggu setelah kejadian, Rina berangkat ke suatu Kota dan menjumpai salah satu teman akrab dari Mecky, namanya Anto, Rina bercerita semua kejadian yang terjadi antara dia dan Mecky, dan bertanya pada Anto, apa yang sebenarnya yang Mecky mau, dan apa yang terjadi?
Anto menceritakan bahwa, saat malam natal itu, Mecky dan Etty menghabiskan malam Natal bersama  di kota itu berdua, dengan menyewa Hotel yang letaknya tidak jauh dari Rumah Anto.
Anto hanya berkata bahwa,” karena rasa sayang itu, suatu saat ketika kamu bertemu dan dihubungi olehnya lagi, maka, akan terjadi lagi apa yang sudah pernah terjadi di antara kalian, Mecky merasa malu pacaran dengan kamu, karena kamu adalah mantan si Rangga, namun dia ingin memiliki mu, saya juga tidak mengerti apa yang dia inginkan karena wanita yang di gandengnya sudah terlalu banyak, dan saya pusing melihatnya.”

Rina pun berpikir sejenak, “Apakah benar Mecky hanya menginginkan tubuhnya semata? Dengan memanfaatkan kekayaan yang dimilikinya? Kenapa sampai dia berpikir seperti itu? Pria macam apa dia itu? Apakah dia pikir, rasa sayang dan cinta saya ke dia hanya semata – mata karena Harta kekayaan yang dimilikinya? Ya Tuhan, kenapa sampai dia berpikir seperti itu? Apa yang dia mau sebenarnya? “

Ya, Tuhan, betapa bejatnya pria ini, dia tidak menyadari dan sadar bahwa rasa sayang dan cinta yang dimiliki oleh Rina adalah Tulus dan tidak memiliki embel – embel, karena Rina sendiri adalah anak yang berasal dari keluarga yang cukup mampu, memiliki gelar pendidikan yang bagus, dan sekarang memiliki kedudukan seorang pemimpin Direktur pada usaha yang dimilikinya sendiri. Sedangkan kini, si Mecky, kini hanya hidup dalam kubangan terkutuk yang seperti apa adanya dilakukan dan tidak ada perubahan apapun dalam hidupnya.

Dan sekarang Rina pun tidak ingin memiliki hubungan lagi dengan pria bejat yang satu itu, karena Rina merasa bahwa, masih ada orang lain yang lebih sayang pada dirinya, daripada Pria yang sudah membuatnya menangis dan sakit hati, bahkan masa depannya terancam berantakan hanya memikirkan si Pria tersebut.

Khusus bagi para Women Readers, janganlah berharap pada mereka yang tidak pernah hargai rasa dan cinta dalam perasaan kita terhadap mereka, karena masa depan kita bukan berada dalam tangan mereka, namun, kehidupan kita berada dalam tangan kita sendiri.

Jangan pernah larut dalam kesedihan, jadikan cerita ini sebagai sebuah motivasi untuk melawan hidup ini, kita para wanita bukan untuk di hargai namun tidak gila hormat, karena kita memiliki harga diri, jangan pernah mau dipermainkan oleh mereka yang tidak tulus menerima kita apa adanya.
Kisah ini, bukan hanya untuk para pasangan, namun juga berlaku dalam sebuah persahabatan.

Selamat Hari KARTINI
21 April 2013

Minggu, 31 Maret 2013

Sendiri

Ketika aku berdiri disini
Di tepi pantai ini
Angin laut ini membelaiku
Dan semilir udara menyapaku

Aku berdiri tanpa menyadari siapa diriku
Mengapa aku berdiri sendiri disini
Aku hanya berdoa kepada Tuhan
Untuk selalu menemani aku disini

Disisi tepian laut ini
Aku hanya menangis mengingatnya
Yang  aku cintai namun tidak bisa kumiliki
Hanya berharap semua bayang abadi akan dirinya
Dan berharap dia merasakan apa yang aku rasakan juga

Huuffft...
Hampa sekali rasa ini....
Sendiri tanpa mengetahui dimana dia berada..

Jumat, 09 November 2012

ANTARA AKU, DIA DAN PERASAAN INI

Kasih tak sampai.................

suatu sore, aku duduk di pinggriran pantai, terdiam, memandang jauh ke depan, dengan hampa, dan tanpa ada bayangan apapun yang ingin aku pikirkan, dan aku pun teringat akan akun aku yang sudah lama tidak pernah lagi ku buka.....
aku pun mencoba membuka akun aku tersebut
aku menemukan lebih dari 100an notifikasi dan lebih dari 20an orang yang sedang menunggu untuk konfirmasi pertemanan
namun, di saat itu, aku terkejut dengan sebuah akun dengan pemilik yang sudah hampir 10 tahun aku tidak melihat dari pemilik akun tersebut
singkat cerita, setelah aku pun mengkonfirmasi dan mengecek semua notifikasi
Dia menyapaku dengan begitu ramah
"hai, apa kabar?, sudah lama kita tidak berjumpa, btw, tq ya, sudah di konfirm"
dengan terkejut pun, aku hy bisa membalas dengan perasaan yang cukup terpendam, kaget, dan merasakan sesuatu yang sudah lama hilang, muncul kembali, namun aku berusaha untuk mengkontrol semua keadaan itu, dan membalasnya" hai juga, aku baik - baik saja, terima kasih"
setelah aku membalas, obrolan kami terputus entah karena alasan apa, aku pun tidak tahu.........

Selang beberapa bulan kemudian, aku setelah aku cukup intens dengan beberapa status aku...
dia muncul lagi, dan mencoba sebuah percakapan yang akhirnya, kita memiliki waktu yang cukup untuk saling berbagi....

Dari semua kisah, pengalaman, dan berbagai hal yang di bagi, ada satu hal yang sentak membuat aku terkejut, adalah, aku dan dia ternyata sempat memiliki rasa yang sama, ketika berjumpa dan menjalin hubungan pertemanan dulu, namun semua itu tidak sampai, karena diantara kita ada pihak yang menjauhkan dan pihak itu juga memiliki rasa yang sama terhadap dia, dan aku....

Namun sayang, kini, dia telah memiliki dan dimiliki oleh orang lain, dan aku pun hanya bisa tersenyum, dengan kepedihan yang ku miliki.........
walaupun rasa ini masih ku miliki hingga saat ini, tapi aku berusaha untuk tetap menjaga yang terbaik untuknya, meski aku sering kali tidak menerima kenyataan dan kejadian yang ada....

Entah apa yang dia rasakan saat ini, aku pun tidak tahu...
namun yang aku tahu bahwa, aku masih memiliki rasa yang sama untuk dia hingga saat ini.....

Terkadang ingin ku umbarkan dan sebarkan ke dunia bahwa aku memiliki rasa yang melebihi rasa sayangku padanya.....

Namun, aku lebih memilih kembali duduk terdiam di pinggiran pantai dan menikmati hidup ini, walau terkadang rasa pedih dan sakit itu kembali teringat dalam benak ini, dan aku pun hanya bisa untuk mencoba melupakan dan membatasi semua ini, dengan memandang apa yang ada di depan ku........

Minggu, 26 Agustus 2012

Aku Dan Perasaan Ini

Kehidupan ini kejam, sehingga, selalu menutut, dan tidak akan pernah menyerah dengan apa yang diinginkan. Seperti itu juga, sifat Seorang Pria yang Aku kenal belum lama ini, dan  Bernama Daren Cork, yang merupakan rekan kerja, sekaligus mantan kekasih aku.

Terima Kasih 
Karena selama ini sudah menemani saya
Mulai Hal yang Paling kecil,
Sampai dengan Hal yang tidak bisa di katakan.

Sedikit Kutipan Barisan Kalimat, yang tersusun Rapi dan terdapat dalam sebuah Email yang Aku baca, yang di kirim oleh Daren Kepada diriku, kemarin. Aku cukup terkejut dengan apa yang aku dapat lewat emailku.
Daren, adalah seorang Pria yang telah memiliki Istri, Namun selalu mencari kesenangan Pribadi, untuk memuaskan hasrat Nafsu Duniawinya, tanpa memikirkan apa yang akan menjadi dampak dari semua itu.

Daren dan Aku memiliki hubungan dibelakang dari apa yang orang lain lihat. yang sekedar Akrab.Namun, sangat disayangkan Daren, adalah Pria sombong, selalu memiliki sifat manja, tidak ingin berada di bawah, di hina, di ejek, ataupun di jelekkan oleh orang lain, selalu ingin di hormati, di puja, di puji, dan di sayang, tanpa memikirkan perasaan, dan tidak pernah mau tahu apa yang di pikirkan oleh orang lain.

Daren dan aku, memiliki hubungan yang sudah terlampau jauh untuk ukuran pacaran Orang Dewasa. Aku dan Daren, melewati semua hari demi hari bersama - sama, selama beberapa bulan.Daren, selalu mengajak ku untuk melakukan Hal yang sering kali berlawanan dengan hati nurani ku. Aku sendiri, ketika mendengar ajakannya untuk berbuat ML, aku tidak tahu kenapa, aku begitu lemah, dan tidak bisa menolak ajakannya.
 Sering Kali, Aku berkata dalam Hati:

Tuhan, apa yang aku perbuat?
Aku begitu Hina, dan rendah di hadapan - Mu
Namun, aku tidak tahu harus berbuat apa,
karena semua ini, berjalan begitu saja

Aku sering kali mencoba untuk terlepas dari dirinya, namun, jika aku tidak melayaninya, tidak menjawab teleponnya, tidak membalas short messaging sending dari Daren, maka ketika kita bertemu,Daren melakukan hal yang tidak bisa aku lawan, selalu kasari aku jika aku berusaha untuk menghindari dirinya.

Sambil melamun, cara apa aku bisa terhindar dan aku pun mencoba untuk melepas diri dari dirinya, tiba - tiba, aku tersadarkan oleh bunyi ponsel yang ada di dalam genggaman tanganku, dan ketika ku lihat, Daren.

Hallo, lu dimana?
Sudah berapa panggilan aku menghubungi kamu?
Dari mana saja kamu? Pasti kamu sedang layani pria lain?
Sekarang juga aku minta kamu datang ke tempat ku.

Sepertilah suara yang terkesan sedikit mengancam ku dari seberang telepon genggamku. Aku terdiam, tanpa berkata apa - apa. Hanya bisa diam, dan menghidupkan kendaraan ku untuk pergi ke tempatnya.
Sesampainya aku disana, Aku hanya bisa diam, dan mendengar makian, kata - kata amarah, dan kebencian yang keluar dari mulutnya. Mulutnya selalu menghujat Aku, ketika aku tidak ingin melayani dia.

Aku, selalu berpikir, sebenarnya apa yang dia mau? Aku merasa bahwa, aku tulus sayang dirinya, tapi kenapa dia selalu membuat pandangan yang negatif terhadap Aku? Aku tidak abis pikir, kenapa Daren, Daren, memperlakukanku seperti ini? Terkadang Aku juga berpikir, Aku merasa di buat hanya sebagai pelacur yang menyenangkan, memuaskan, dan menjadi tempat pelarian dari dirinya, ketika dia sudah tidak sanggup untuk berbuat apa - apa lagi.

Daren, tidak pernah tahu apa yang aku rasakan, tidak pernah tahu apa yang alami, tidak pernah mau tahu, bagaimana pandangan orang terhadap Aku. Dalam hubungan kita, yang secara tidak sengaja di awali dari satu tempat kerja, ada saatnya akan aku tinggalkan dia untuk selamanya, dan itu adalah saat ketika aku mendapati, melihat, Daren, bersama dengan rekan kerja Aku yang lainnya, yang satu bidang dengan dirinya, di dalam kamar kost dari Rekan kerja Aku.

Betapa sakit Hati ini, Aku masih sayang kepadanya, Namun, kenapa dia berbuat demikian? Walaupun, saat itu,  Aku sudah tidak mempunyai hubungan khusus lagi dengan dirinya, namun, Aku tidak tahu, kenapa Hati ini, menjadi begitu Sakit, saat melewati depan kost rekan kerja, yang saat itu, pintu kamarnya pun tertutup.

Aku, mencoba untuk hubungi dia, dan bertanya, apa yang kamu lakukan bersama Sarah di dalam kamar kostnya?, AKu hanya bertujuan baik bertanya seperti itu, karena saat itu, kebetulan, Kita hampir semua, satu Tempat kerja, sedang melakukan Proyek Lapangan.

Aku, yang melihat itu, menjadikan sebuah alasan untuk berakhir selamanya bersama Daren, yang selalu menjadi beban dalam hidup ini. Dengan aku menghubungi Daren, dia pun ingin bertemu dengan diriku, namun, Aku tidak menginginkan pertemuan tersebut, karena Aku, yakin, apa yang aku lihat, rasa, dan tahu, semua itu adalah benar, namun, sayangnya, Daren, yang selama ini, Aku percayai begitu saja, menyayangi dengan tulus, dan mengikuti kata - katanya untuk selalu mendapat kepercayaan dari dirinya, menyangkali hal tersebut.

Aku tidak pergi ke kost Sarah
Kamu jangan membuat Fitnah terhadap Aku dan Sarah
Aku tidak ingin ada masalah antara kita
Aku sayang kamu Lilis, tapi kenapa kamu membuat suatu tuduhan seperti itu?
Aku tidak pergi ke kostnya.
Aku hanya mengantarnya, dan setelah itu, aku pulang
Aku hanya duduk cerita sebentar dengan dirinya
Aku pergi mengantarnya, dan ada Cowoknya Andrew, dan Aku masuk cerita bersama mereka.

Jujur, Aku Bingung......,
Aku hanya terdiam terpaku, duduk di sebuah bangku, yang berada di belakang Kantor Pemerintahan, bersama dirinya.  Aku pun heran, entah kenapa semakin Aku diam, semakin Dia berkata tidak nyambung, awalnya, dia berkata, hanya mengantar saja, dan pulang, namun, dia rubah lagi, hanya duduk cerita sebentar, dan yang terakhir, Dia berkata, Ada Andrew disana, makanya Dia masuk dan Bercerita sementara dengan Andrew.

Aku hanya terdiam dan tidak menjawab apa yang dia katakan sepatah kata pun, sambil menundukkan kepala, Dia meminta aku untuk menatap dirinya, namun Aku tidak ingin melihatnya lagi. Aku sudah benar - benar kehilangan rasa sayang ini untuk Dia.

Karena Kesal, Aku tidak menatap, atau memandang dirinya, dia menuju berdiri di depanku, dan mencabik rambutku, sampai aku hampir terjatuh dari tempat Aku duduk, dan menampar aku. Aku pun hanya diam, dan menangis.Aku, terdiam dan menyimpan semua apa yang kurasa saat itu. Dalam Hati, Aku hanya berkata:

Tuhan, ampuni Aku, karena Aku baru sadar bahwa selama ini, Aku telah salah menjalin hubungan dengan dirinya. Yang hanya memanfaatkan latar belakang ku yang selalu menjadi beban dalam hidupku, yang selalu berharap ada cinta sejati yang bisa ku gapai, dan ku jalin sepanjang hidupku.

Aku, hanya bisa duduk dan menangis mendengar secara remang - remang suara yang sedang memarahi aku saat itu..... Dan Aku serasa berada dalam suatu ruangan yang kosong, dan gelap, dan aku pun berada dalam satu pojok ruangan yang betul - betul merasa sangat terpojok. Namun, Hingga saat ini, Aku tidak akan pernah mengiyakan apa yang saya katakan mengenai mereka berdua adalah salah, karena Aku, walaupun tidak memiliki bukti, Namun, Aku melihat dengan Mata Aku sendiri.

Kisah ini, Ku kira sudah berakhir sampai saat itu saja, karena, Aku mengakui kepadanya Aku salah, dan meminta maaf, namun ternyata. Tidak..., Sarah, menyerang ku ketika dalam Rapat Hasil Evaluasi Kegiatan Proyek Lapangan. Begitu Sakit Hati ini, Namun, Aku coba bertahan, Diam, dan berkata kepada Sarah, Aku, tidak tahu apa yang sudah di katakan Daren kepada kamu, namun, Aku hanya bertanya kepada Daren, bahwa, apa yang sedang kamu lakukan di tempat kost Sarah?, mengapa Kamu dan Sarah, tidak melakukan Laporan?

Namun, sayang, Sarah, membatah bahwa, Dirinya, Saat itu tidak bersama - sama dengan Daren, dan Aku pun terdiam, dan menarik kesimpulan, bahwa, Ternyata, Daren dan Sarah, Tidak Ingin di persalahkan.
Aku hanya terdiam, dan duduk terpaku, dan di dalam diam itu, aku tersentak karena Getar dari telepon genggam ku yang saat itu, berada di pangkuanku.

Aku melihat, dan ternyata, rekan kerja senior ku yang bertanya apa yang sebenarnya yang Sarah bicarakan?
Aku hanya membalas, selesai Ini saja, aku minta waktunya untuk curhat, saat itu, aku benar - benar membutuhkan seorang teman, tempat curhat, dan sandaran untuk air mata ini.

Setelah selesai rapat, kantor pun sudah sepi, Aku dan rekan senior ku Rara, berjumpa di dalam ruangannya, Aku pun bercerita, semuanya, apa yang aku lihat, dan mengenai hubunganku dengan Daren, yang sudah menjadi masa lalu, yang tidak perlu di ingat lagi, namun, Aku tidak begitu, bercerita apa yang terjadi antara Aku dan Daren dulu. Karena Kita hanya fokus pada masalah apa yang sebenarnya terjadi yang Aku lihat Antara Daren dan Sarah, Aku pun tidak sanggup, hingga akhirnya tanpa sadar, akupun menitikan Air mata.

Aku, sudah pernah alami hal yang lebih menyakitkan dari ini, ketika Aku kehilangan hal yang paling berharga bagi semua perempuan, yang hanya akan berbagi dengan sang pilihan Hati, namun, naasnya, Aku harus kehilangan Keperawanan ku sebelum saatnya, dengan cara yang begitu tidak menyenangkan. dan di sakiti, hingga aku harus menanggu malu itu, sampai saat ini, jika Aku bertemu dengan teman - teman dari Barry, pria yang sudah membuat masa depanku pupus, dan membuatku terombang ambing, tanpa arah tujuan, seperti yang di katakan Decky......Decky adalah pria yang hadir dalam hidup belum beberapa lama dari ketika Aku memiliki masalah dengan Daren dan Sarah.

Namun, di antara, apa yang aku alami, walaupun Aku harus mengalami malu sekalipun, Aku bersyukur, karena, Ada seorang pria yang menguatkan Aku, dekat dengan Aku, dan selalu menjadi teman Aku, dalam keadaan Duka ini. Dia yang menyadarkan Aku, bahwa, ada Tuhan yang selalu menjaga Kita, dalam suka maupun duka.dalam keadaan terbaik, maupun terpuruk sekalipun, aku pun menjadi ingat, Tuhan Tidak akan pernah membiarkan anak - anak-Nya, jatuh hingga tergeletak, karena Kasih-Nya yang besar pada Kita.

 Pria itu bernama Decky, yang juga seprofesi dengan Aku, Namun tidak sekantor, Decky di perusahaan yang berbeda, namun bergerak di bidang yang sama. Decky, Nama itu selalu berada di dalam benakku, dan aku, selalu rindu berada didekatnya. Namun, ada hal yang membuat aku kurang begitu tertarik padanya, Sifatnya yang kurang sabaran, terkesan memaksa, dan terkesan kurang srek di hati, karena mungkin keinginannya yang cukup membuat aku, infill.

Tapi walaupun Aku tidak memilikinya, Aku memiliki kasih sayang untuk dirinya yang tidak terbatas.
Terima Kasih Decky, Terima Kasih untuk semua yang sudah mendukung Aku dalam Doa, mendukung aku dalam pekerjaan, dan mendukung aku, dalam berbagai hal.

Special to:
  • Decky, Terima Kasih untuk kasih sayang, dan perhatian yang di berikan kepadaku selama ini.
  • Untuk Para wanita, jangan menilai seseorang hanya dari luar, namun, kita juga perlu waspada dengan apa yang ada dalam hati dan pikiran mereka. 



 








Sabtu, 07 April 2012

SALAH JIKA AKU JUJUR?

Kehidupan, selalu penuh dengan, kasih sayang, cinta, kebencian, kebahagiaan, maupun kesedihan...., dan masih begitu banyak hal yang tidak bisa di nyatakan dalam kata - kata....

Dan Kisah ini, di kutip dari kisah nyata seorang wanita, kelahiran 7 April 1986, yang hari ini, berusia genap 26 Tahun. Cerita ini berawal dari kisah cinta yang di kenal dengan cinta monyet.

Di sebuah Kota, sekitar tahun 1998/1999, ada seorang gadis belia, yang baru berusia 15 Tahun..., sebut saja bernama Lisa... begitulah nama panggilannya. Gadis belia kelas 2 SMP, yang baru saja mengenal  cinta...., saat itu, sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yang juga masih duduk di salah satu Sekolah Tingkat Menengah, yang duduk di kelas 3, namun dari sekolah yang berbeda. Pria itu bernama Denny B. Mereka menjalani Hubungan itu, selama Setahun, dan melewati dengan saling sayang, saling berbagi, dan penuh dengan kasih sayang yang penuh dengan hal - hal yang positif..., apakah ini cinta sejati yang sebenarnya?? Namun ternyata, tidak di sangka... kisah itu, bisa berakhir karena hal yang begitu kecil.....

Hubungan mereka pun bertemu dengan pengakhiran. Semuanya itu karena muncul kesalahpahaman, yang membuat mereka harus berpisah dari Hubungan yang sudah mereka bangun bersama...


Kisah itu, berakhir tanpa ada kejelasan lagi...,  Dan Lisa, yang saat itu sudah di kelas 3 SMP, mencoba tegar untuk mengghadapi kenyataan, menjalani hidup seperti apa adanya, dan menghadapi ujian akhir...,untuk melanjutkan pendidikannya di tingkat SMA. Selesai ujian Akhir Sekolah, Ketika Lisa berjalan Pulang, Lisa bertemu dengan seorang purna Paskibraka Kodya, bernama Nikson, dan setelah melewati tahap perkenalan, ada hubungan yang serius, namun sayang, Hubungan itu harus berakhir, tak kala, Nixson, harus mengikuti pendidikan Polisi.

Waktu demi Waktu, Hari Demi Hari, keadaan dan waktu pun berlalu dengan ada apanya.... Lisa, Tahun 2001, beranjak dewasa, dari seorang gadis remaja, menjadi seorang pemudi, yang duduk di bangku SMA kelas 1.

Di bangku SMA, Lisa mendapat banyak kenalan, teman, dan memiliki sahabat yang sama sekali berbeda, dan belum pernah dia miliki, ataupun kenal di masa Remaja Dulu. Di bangku SMA inilah, Lisa memulai semuanya, pada awal Tahun, dia bersekolah. Lisa bergabung dengan organisasi sekolah PRAMUKA, Dan di tahun 2002, ketika di kelas 2 SMA, karena keaktifannya yang begitu berkesan, Lisa pun terpilih sebagai salah satu pengurus Kepramukaan di sekolahnya dengan posisi sebagai Sekertaris. Selain Itu, Lisa pun aktif pada Organisasi Siswa Infra Sekolah (OSIS), dan di OSIS pun, Lisa di percayakan juga dengan posisi yang sama, dan bukan hanya itu saja, Lisa juga menjadi seorang pemimpin Drum Band dari Sekolahnya, yakni seorang Mayoret, masih di tahun yang sama, Di tahun 2002, Lisa mengikuti tes sebagai PASKIBRAKA KODYA, di kota tempat dia tinggal. Lisa pun berhasil, walaupun hanya Pasukan 17, namun, Lisa bangga akan hal itu. dan di sela - sela aktifitasnya itu, ternyata ada cinta yang menghiasi kehidupannya, Lisa, Menjalin Hubungan dengan Salah seorang Senior Bernama Anton, Namun, sang Pria tersebut sudah kuliah. Namun sayang, lagi - lagi kisah cinta itu kandas di tengah jalan, hanya karena orang ketiga yang di anggap Lisa, tidak layak seharusnya berada di antara Lisa dan Anton, namun, Anton lebih memilih Sarah, dan kejadian itu terjadi di saat yang sama ketika Lisa akan beranjak Ujian Akhir Sekolah...

Dia pun, sakit hati, kecewa, dan begitu dendam akan Anton, Dia pun mengambil keputusan meninggalkan Anton, untuk selamanya...., di sela -sela waktu, setelah selesai ujian, Dia pun mengisi waktu dengan olah raga....
Dalam Aktifitasnya, Lisa bertemu Pria bernama Denny N. Mereka berjalan Bersama, Namun sayang, sekali lagi, nasib cinta Lisa harus berakhir, namun kali ini, Berbeda dengan apa yang pernah terjadi sebelumnya....

Dia, mengalami luka bathin, dendam, kebencian, dan sikap yang tidak akan memaafkan para pria dari keadaan ini, Dia di perkosa oleh pacarnya sendiri...
Readers, pasti ada yang berkata, ah tidak mungkin, toch mereka saling sayang, tidak seperti itu..

Inilah kisahnya, Saat itu, Lisa tidak medapat kabar dari Denny N. dan Lisa pun mencoba hubungi semua kenalan Denny N, dan ternyata, atas pengakuan Teman dekatnya, bahwa, Denny sakit.. Lisa pun pergi menjenguk.Dan sesampainnya di rumah Denny, Lisa mendapati Denny yang sedang terbaring di tempat tidur, dengan kamar yang remang - remang, dan teman - temannya yang sedang asik bercengkrama di ruang tamu..., Lisa pun mengambil kursi dan hanya duduk di dpn pintu kamar, karena Lisa tahu tata krama yang seharusnya..., Namun, Lisa di Paksa masuk ke dalam kamar, setelah di dalam kamar, Denny pun bangun menutup pintu, dan melakukan aksinya, Lisa, berteriak dan menangis, namun, teman - teman Denny, menyanyi dan mencoba menutupi suara teriakannya yang minta tolong, Dia pun, hanya bisa menangis, dan akhirnya pun dendam dengan keadaan tersebut. Setelah itu, Lisa di suruh pulang, Tanpa sepatah kata pun, dia menangis sambil berjalan pulang....

Sejak kejadian Itu, Lisa yang Hampa, tanpa Arah Tujuan, dan tidak tahu harus berbuat apa, selalu berada di bawah belenggu dosa, merasa bersalah kepada dirinya sendiri, dan semua hal yang di lakukannya serba salah....

Dia selalu berada di dalam tekanan Denny, yang selalu mengancam dirinya untuk melayani keinginannya. Namun sayang, Denny, Bukan pria yang bisa bertanggung jawab, karena Denny, berangkat ke Jakarta, meninggalkan dia sendirian di kota nya, tanpa ada kabar sedikit pun...

Lisa, Meyimpan dendam, dan emosi yang tidak pernah bisa di maafkan untuk semua kejadian itu....
namun, dia tetap melanjutkan kehidupannya, dan di Tingkat Universitas, dia bertemu dengan teman - teman dari Denny N yang selalu memperbincangkan apa yang pernah terjadi antara di adan Denny N. Lisa pun hanya bisa menahan malu, dan mencoba menghadapi semuanya itu, sendirian tanpa mempedulikan apa yang dikatakan oleh mereka.

Dalam tengah perjalanan aktifitasnya di dunia Univesitas. saat itu, Lisa bersama Sherly ingin ke rumah teman mereka bernama Rollin, yang rumahnya agak di luar kota. Dan saat itu, Sherly tidak menggunakan helm, maka mereka pun di tilang oleh pak Polisi.

Terlepas dari itu semua, setelah itu mereka pun bertemu dengan seseorang yang selalu mengejar dirinya, dan selalu tahu keberadaan dimanapun dirinya. Namun, Lisa selalu mengingat dan mengenang masa lalu. Dan kini, sang pria telah menikahi wanita, walaupun sebenarnya dari dalam hati Lisa juga sayang padanya..., sampai saat ini, walaupun harus menerima perkataan yang tidak enak untuk di dengarkan sekalipun.


Kehidupannya juga selalu dekat dengan sakit hati terhadap pria, karena sering kali kedekatan dengan seorang pria, namun karena tahu akan sudah Tidak sesuai dengan apa yang di harapkan, layaknya wanita ting - ting, sang pria pun, selalu memanfaatkannya, namun ada juga yang menolak menerimanya, dan masih banyak macam hal yang tidak bisa dimaafkan oleh dirinya.Akhirnya Pun timbul pertanyaan dalam hatinya, salahkah jika aku selalu jujur???

Kini, Dia lebih memilih untuk berdiam diri, sendiri, jalani hidup apa adanya, walaupun dengan dendam yang tidak akan pernah terbalaskan dan maaf bagi mereka yang sudah menyakitinya. 


Dia ingin katakan bahwa... apapun itu, siapa pun kamu, jangan pernah melihat masa lalu orang, walaupun sampai saat ini, Dia masih menyimpan luka yang begitu mendalam, karena kesalahan yang tidak pernah dia duga terjadi dalam kehidupannya. Dalam prinsipnya, No Body Is Perfect.Kejujuran lebih baik dari segala hal yang pernah terjadi, namun kejujuran harus di gunakan secara bijak agar tidak di salah gunakan banyak orang dengan salah...

PS : I Love You